“pak dek arum mau lihat kelinci” katanya. Ada kelinci milik tetanggaku tak jauh dari rumah. Gadis kecil ini tetap menggelayut padaku Walau badanku berkeringat. Padahal ibunya saja tidak mau dekat2 kalau aku berkeringat. Tapi bagi arum, yang penting ‘dek arum mau sama bapak’.
“ayo, liat kelinci” tanpa berpikir dua kali Kaos ku pakai dan arum ku bopong. Kami ke kebun sebelah mencari kelinci...
Tidak terasa arum sudah 3th 4bln. Arum dekat dgku. Kalau raka selalu memanggil ibunya tengah malam. Arum selalu memanggilku. Kalau mau tidur juga begitu. Selalu harus ku gendong. Kalau aku mau berangkat motret, aku wajib pamit dulu padanya, “bapak kerja dulu ya... nanti dek arum tidurnya sama ibu, sama mas raka,.. gak boleh nangis ya, bapak kerja sampai lama, kerjanya jauh”
“iya” kayanya sambil cemberut dan sedikit memiringkan kepalanya. “tapi nanti kalau bapak kerjanya dekat dek arum ikuuuttt..”
Sepulang motret (kalau acara akad pagi atau resepsi siang), yang selalu berlari menyambutku adalah nona kecil ini. Dengan senyumnya yang tidak dibuat2, gadis kecil ini memperlakukanku hingga aku baru tau bagaimana rasanya ‘dicintai’. Seperti bidadari yang sering digambarkan dalam cerita2 nabi...
Seorang laki2 bisa punya teman perempuan yang baik, pacar yang setia, atau istri yang soleha.. tapi, tak ada yang lebih besar ketulusannya, selain nona cantik kecilnya..