Sebuah meja terlempar menghantam
jendela kayu. Suaranya menggema keras mengagetkan seluruh murid dan guru
SDN.barabara. Dari dalam ruangan kepsek terdengar dua orang saling
menggertak. Ini adalah kejadian paling hebat yang pernah terjadi di
sdn.barabara. Disaat seorang guru SD biasa memberanikan diri melawan
atasannya, sang tikus raksasa yang punya seribu teman di pemerintahan.
----
Pak kuntul akhirnya berhasil menjadi kepala sekolah di sdn barabara
kec. alaskerto. Laki laki hitam gendut ini meski tampangnya mirip tikus
got ternyata moralnya jauh lebih rendah dari tikus got, walau dia sangat
lihai kongkalikong dg atasannya. Otaknya yg encer di padu dengan mental
tikusnya berhasil membawa semua proyek dinas pendidikan masuk ke
sekolah yang di pimpimnya. Tapi tentusaja, namanya juga tikus, dia
langsung memanipulasi anggaran. Sebut saja cat tembok yang seharusnya
ber merk “eksekutif” di ganti jadi merk “madeincina”. Selisih harga yg
sangat besar di kali ratusan kaleng masuk tanpa sisa ke perut buncit pak
kuntul.
Tidak ada yang berani bicara. Semua guru diam takut pada
pak kuntul. Mereka takut kehilangan penghasilan dan kemapanannya. Karena
bagi mereka hanya pada pak kuntul lah mereka menyandarkan nasibnya. Pak
kuntul lah yang tiap bulan memberi mereka gaji dan beras. Jadi mereka
rajin beribadah pada pak kuntul, dengan cara tersenyum manis padanya.
Ini dilakukan rutin setiap hari. Minimal 5kali sehari.
Nah anehnya
mereka juga beribadah dengan cara lain. Pada Tuhan lain. Ini dilakukan
minimal 5kali sehari juga. Kadang ditambah tengah malam atau jam 9pagi.
Mereka bilang yang ini juga harus dilakukan karena semua orang juga
melakukannya. Jadi ya terpaksa ikut ikutan supaya terlihat normal.
Herannya, mereka menolak jika disebut manyembah dua Tuhan.
Keadaan
normal dan damai ini membuat pak kuntul semakin berani memainkan
keahliannya. Dia ambil semua yang tampak di depan hidungnya meski
perutnya sudah terlalu penuh. Tradisi masyarakat beragama ini semakin
memuluskan jalan menelan segalanya tanpa halangan sedikitpun.
Hanya
saja, ada satu ganjalan kecil.. Satu orang. Bukan siapa-siapa.
Hanya seorang guru biasa yang tetap berdiri ditempatnya. Guru ini tidak
berbuat, tetapi tidak juga berlutut. Dia hanya memandang lurus kearah
pak kuntul tanpa sedikitpun mau menundukkan kepala.
----
“BRAAKKK.....!!”
Pak kuntul menggebrak meja dengan keras. Mencoba mengintimidasi pria di
depannya. Sejak awal pak kuntul memang tidak pernah suka dengan pria
ini. Satu satunya yang tidak pernah mau tunduk padanya. Saat semua guru
patuh dan taat, hanya satu orang ini yang tidak mau menyerahkan nasibnya
pada pak kuntul. Bodoh sekali dia ini. Padahal segala ujian berat sudah
diberikan oleh pak kuntul, seperti tingkat golongan yang tidak pernah
dinaikkan padahal sudah 25tahun masa kerja, atau pengajuan pinjaman yang
tidak di tandatangani padalah belum pernah mengajukan pinjaman. Tapi
pria ini dengan santainya tetap memilih menjadi bodoh dan menolak untuk
ikut-ikutan bartindak ‘pintar’.
Dan tiba tiba siang itu di musim
hujan akhir tahun, Pak kuntul yang sudah geram sejak lama jadi meluap
amarahnya, ketika si guru tidak taat menanyakan dana bantuan guru yang
turun bulan lalu. Sebelumnya tidak pernah ada yang berani protes ketika
sang kepsek berkali kali memotong dana bantuan.
“ANDA PIKIR ANDA INI
SIAPA...?!! APA ANDA TIDAK SADAR SIAPA SAYA, HAH.. !?!” bentak pak
kultul sembari menggebrak meja. Tidak ada yang pernah berani melawan
tikus raksasa. Kata katanya adalah sabda bagi pada bawahannya, apalagi
bentakannya, pasti dijamin akan membuat semua orang terkencing kencing.
“tidak perlu menggebrak meja begitu, pak” kata si guru dengan santai.
“bu wilma bendahara meminta saya untuk menanyakan hal ini pada bapak,
karena teman teman guru mengira bu wilma yang pegang dana itu, dan dia
tidak berani bertanya sendiri pada bapak. “ tambah nya.
“.......!!!”
pak kuntul marah bukan kepalang. Tidak pernah ada yang bertanya
secara langsung seperti ini. Apalagi si bodoh ini bertanya dengan
santainya tanpa beban.
“maaf lho pak, saya tidak bermaksud
mencampuri urusan antara bapak dengan bu wilma, tapi sudah sejak
seminggu lalu sebenarnya bu wilma memohon pada saya supaya menanyakan
hal ini..” tambah guru itu lagi.
BRAAAKKKKK...!!! pak kuntul berdiri dan menggebrak meja lebih keras.
“LALU SEKARANG KAMU MAU APAA...HAAHHH!!!!” semprotnya sambil mengarahkan telunjuk ke muka si guru.
Tiba tiba air muka guru ini berubah. Tanpa menunjukkan ketakutan
sedikitpun dia ikut berdiri dan mendekatkan wajahnya ke pak kuntul.
“saya sudah bilang bapak tidak perlu menggebrak meja seperti itu pak.”
Katanya. Nada sopan si guru sudah hilang. “kalau ingin membuat saya
takut, HARUSNYA BAPAK MELAKUKAN INI...!!” katanya sambil melempar meja
pak kuntul hingga terbalik.
Sang kepala sekolah tidak menduga hal
ini. Tanpa di sadari dia sudah gemetaran. Pria dihadapannya yang sedari
tadi selalu bersuara rendah ini membentak dan membuatnya terkencing
kencing. Nyali pak kuntul menciut, tak pernah menduga akan menghadapi
hal seperti ini. Dia hanya melonggo gemetaran.
Untuk sesaat, tikus raksasa ini mengkerut menjadi tikus got
------
Seorang bapak menceritakan pengalamannya hampir adu jotos dengan kepala
sekolah pada anaknya. Sang anak yang baru masuk SMP mendengarkan dengan
tertawa tawa. Tanpa disadari cerita kecil ini mempengaruhi pemahamannya
di tahun tahun berikutnya. Pemahaman yang membuatnya dianggap aneh
oleh masyarakat disekitarnya.
Pada akhirnya sang kepsek memang
membuat si bapak dikucilkan selama bertahun tahun oleh teman temannya.
Dianggap kambing congek, tidak nyaman, akhirnya tidak pernah berangkat
dan memutuskan melepas status PNS-nya tanpa pensiun. Semua kerabat
menyayangkan hal itu, tapi si bapak justru seolah merasa terbebas dari
belenggu yang selama ini mencengkramnya.
(tulisan bln feb 2014)