“Pak, Raka mau sunat”, kata Raka (6th) tiba2 sepulang sekolah. Aku sedikit tersenyum. Ku pikir hanya main2.
“iya kalo sunat kan nanti dapat banyak uang, raka mau beli mainan” Oh.., jadi karena itu. Rupanya dia belum tertular perasaan Horor yang menghantui tiap anak yg belum di khitan.
“oke, kapan?” tanyaku. Masih mengira pria kecil ini tidak serius.
“sekarang aja”
Aku mengerutkan kening. Dia berhasil menyita seluruh perhatianku.
“mm.. oke, kalo gitu bapak nanti hubungi Pak dokter Haris dulu ya”
“iya.. asik asik, dapat uang banyak.. hehe” Raka tersenyum lebar. Aku masih mencoba menata ulang mengikuti pola pikir pria ini.
5 September 2014
“sunatnya kapan pak?” tanya raka sudah tidak sabar.
“nanti jam 3” jawabku. Aku sedang bersiap mengambil pesanan nasi kotak di Ayam gepuk. Mereka hanya sanggup menyiapkan 300 box jam 2siang dan 150 box lagi jam 7 mlm. Mbah uti dari kebumen baru saja datang setelah subuh tadi tergesa2 dg berita tak terduga ini.
“pak ini udah jam 3” Raka mengingatkan. aku baru saja pulang dg 300 nasi bungkus.
“ayo berangkat” kataku. Dokter Haris sudah siap. Raka sudah siap. Aku belum siap. Masih kebingungan dengan segala aksesori bertetangga. Apakah harus walimahan? Pengajian? Panggung hiburan? Ah, siapa perduli, Konveksi baru saja bangkrut dan hasil memotret penuh ku gunakan utk merangkak berjualan kelapa muda. Jadi yang penting bagiku adalah Raka sendiri yg berinisiatif minta di khitan dan aku tidak boleh mengecewakannya.
Sampai dirumah dokter Haris Raka masih bisa bernyanyi2. Dia naik ke tempat tidur dan dokter menyiapkan peralatan. Ku lihat wajah berani Raka mulai berubah saat melihat suntikan dan penjepit. Tapi terlambat, 5 detik kemudian suntikan itu sudah membuatnya menjerit2 selama 15menit.
5 september; magrib
“pak kok belum ada yg kasih uang?” tanya Raka
“lho itu udah di kasih uang sama Ibu, Eyang, mbah Uti.. itu dah banyak sekali”
“tapi temen2nya Raka belum kesini..”
“lho kan belum ada yg tau kalau Raka sunat”
“Udah, tadi kan Raka dah bilang temen2nya”
“oo.. ya berarti besok hari minggu datengnya, memang uangnya mau buat beli apa?”
“tablet”
Raka masih tersenyum dengan uang di tangannya. Dia belum tau bahwa satu jam lagi biusnya akan habis. Baginya yang penting adalah sebentar lagi tablet berisi game impiannya akan terwujud. Bagiku, laki2 pemalu ini sudah berhasil melampaui satu hal; bahwa seseorang harus melakukan sesuatu yg tidak mudah untuk mendapatkan apa yg dia inginkan. Dan tenang saja sobat, kelak, aku jamin apapun mimpimu akan terwujud, asal kau mau bekerja keras untuk mendapatkannya.
“sunatnya kapan pak?” tanya raka sudah tidak sabar.
“nanti jam 3” jawabku. Aku sedang bersiap mengambil pesanan nasi kotak di Ayam gepuk. Mereka hanya sanggup menyiapkan 300 box jam 2siang dan 150 box lagi jam 7 mlm. Mbah uti dari kebumen baru saja datang setelah subuh tadi tergesa2 dg berita tak terduga ini.
“pak ini udah jam 3” Raka mengingatkan. aku baru saja pulang dg 300 nasi bungkus.
“ayo berangkat” kataku. Dokter Haris sudah siap. Raka sudah siap. Aku belum siap. Masih kebingungan dengan segala aksesori bertetangga. Apakah harus walimahan? Pengajian? Panggung hiburan? Ah, siapa perduli, Konveksi baru saja bangkrut dan hasil memotret penuh ku gunakan utk merangkak berjualan kelapa muda. Jadi yang penting bagiku adalah Raka sendiri yg berinisiatif minta di khitan dan aku tidak boleh mengecewakannya.
Sampai dirumah dokter Haris Raka masih bisa bernyanyi2. Dia naik ke tempat tidur dan dokter menyiapkan peralatan. Ku lihat wajah berani Raka mulai berubah saat melihat suntikan dan penjepit. Tapi terlambat, 5 detik kemudian suntikan itu sudah membuatnya menjerit2 selama 15menit.
5 september; magrib
“pak kok belum ada yg kasih uang?” tanya Raka
“lho itu udah di kasih uang sama Ibu, Eyang, mbah Uti.. itu dah banyak sekali”
“tapi temen2nya Raka belum kesini..”
“lho kan belum ada yg tau kalau Raka sunat”
“Udah, tadi kan Raka dah bilang temen2nya”
“oo.. ya berarti besok hari minggu datengnya, memang uangnya mau buat beli apa?”
“tablet”
Raka masih tersenyum dengan uang di tangannya. Dia belum tau bahwa satu jam lagi biusnya akan habis. Baginya yang penting adalah sebentar lagi tablet berisi game impiannya akan terwujud. Bagiku, laki2 pemalu ini sudah berhasil melampaui satu hal; bahwa seseorang harus melakukan sesuatu yg tidak mudah untuk mendapatkan apa yg dia inginkan. Dan tenang saja sobat, kelak, aku jamin apapun mimpimu akan terwujud, asal kau mau bekerja keras untuk mendapatkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar