Minggu, 12 Juli 2015

Lewat Bawang

Jalan raya bawang sepi. jam 10malam. Istri dan ke dua anakku tertidur pulas. Mobil xenia yg kupinjam dari bapakku tidak ku pacu terlalu cepat. Aku hampir saja menabrak orang gila yg tidur di badan jalan. Jalanan sepi, tidak ada penerangan, melewati sawah dan hutan.

Ada sedikit bulan di atasku. Kanan kiriku hanyalah pohon. Dan tidak ada garis putih di aspal baru ini. Aku harus berkonsentrasi penuh. Melawan kantuk, krn tidak mungkin berhenti di tempat ini. Aku akan tidur di Sukorejo atau temanggung, pikirku. Jadi ku keraskan volume Norah Jones dan ku kunyah camilan anak2 lebih cepat.

12tahun lalu jalan ini hanyalah jalur desa yg penuh lubang dan tak terurus. Untungnya kini sudah di aspal halus dan diperlebar. Satu jempol untuk jalur alternatif pekalongan-Sukorejo ini. Benar2 sepi, hampir tidak ada kendaraan lain di belakang atau di depan kami. Satu2nya yang memanduku hanya GPS android yg sejak tadi ku pasang. Jalur pantura macet di Tulis dan Weleri, jadi kami harus memilih jalur ini. Perjalanan malam spt ini menjadi pilihan jika membawa 2 anak kecil. Mereka akan tertidur sepanjang malam. 


21okt14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar