“aku akan jadi fotografer”
Itu yg kukatakan padanya setelah seharian
tidak ada pembeli. Kami di trotoar mandala krida. Suasana jalan ramai
tapi belum ada yg mampir ke lapak kami. Aku telah memutuskan untuk
meninggalkan S2 ku di IRB Sanata Dharma karena harus fokus pada usaha
burgerku yg tak juga berkembang. Sayangnya setelah aku mencurahkan
semuanya disini pun usaha ini masih merangkak ditempat.
“emg sampeyan bisa motret?”
“kalo yg digital sih belum, tapi kan dasar2 fotografi aku dah bisa”
Fotografer hanyalah mimpi siang bolong. Aku suka memotret. Tapi tak
pernah menyangka itu akan menjadi pekerjaan utamaku. Rencana besarku
adalah menjadi Dosen. Karena itulah aku memilih Filsafat. Dan krn itulah
aku melanjutkan S2. Dulu tentor Primagama bilang kalau cita2nya jadi
dosen ambil fakultas filsafat saja katanya. Menjadi dosen dan seorang
wiraswasta, tampak keren sekali.
Tapi karena mungkin aku tidak
terlalu menguasai materi, masih bodoh, atau memang mudah bosan, setelah
setengah semestar mengajar aku merasa ‘ada yg salah’. Lalu aku bertanya2
“benarkah aku ingin menjadi dosen?”
Dan waktu itu ada motivator yg bilang: “fokus pada satu hal, maka kamu pasti akan sukses!”
Disorientasi dg cita2 awal ku utk jadi dosen, aku termakan fatwa
motifator ini. Aku berhenti dari IRB dan mencurahkan semuanya ke jualan
burger. Maka dengan semangat garuda di dadaku, aku jualan burger kaki
lima di emperan trotoar Mandala Krida, dan selama setahun itu,
penghasilan rata2ku per hari tidak sampai setengahnya dari pengemis yg
tiap hari makan opor ayam di warung nenekku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar