Minggu, 12 Juli 2015

Pikiran Yang Terganggu (lagi)

Dulu kenapa ya, Burger tidak laris? Aku berjualan burger tahun 2007 di 2 tempat di Jogja. Tidak laris jadi selalu berpindah pindah. Mungkin ada 3-4kali berpindah. Tapi kenapa ya bisa tidak laris..?
Pertanyaan itu sempat menggangguku cukup lama, sampai aku menyadari bahwa jarang sekali ada burger kali lima yang laris. Usaha berjualan burger kaki lima yang kulihat ‘cukup’ diminati pembeli hanya yang berada di tempat dengan sewa booth sangat mahal. Ditambah tampilan stand yang harus menarik dan itu menjadikannya sangat mahal.

Sampai sekarang ini, ada berapa ya usaha burger kaki lima yang bertahan? Berapa lama mereka bertahan? Sampai sekarang aku selalu bertanya tanya kapan sebuah bisnis layak untuk dipertahankan atau sudah saatnya ditinggalkan. Paling enak memang menjadi pegawai dan karyawan. Tinggal ikuti atasan sambil pasang wajah sumringah, maka hidup akan terjamin. 


Aku sejak kecil juga selalu berpikir untuk menjadi pegawai. Aku berdoa agar menjadi seorang yang cakap, pintar, selalu menurut pada atasan dan jadi orang kepercayaan. Aku sebagai anak sekolahan yang kadang berprestasi memimpikan memakai sepatu bagus, kemeja mahal, kendaraan dinas yang dibiayai rakyat yang bisa kubawa kemana mana dan kupamerkan sesukaku. Yang kalau rusak tidak perlu memusingkan biaya perbaikan. Aku becita cita punya kantor yang sangat besar. Berangkat pagi pulang siang. Santai di rumah. Santai di kantor. Hmm.. impian yang mahal.


Tapi ternyata aku tidak menjadi seperti itu. Setelah masa kanak2ku berakhir aku malah diberikan pemikiran yang aneh oleh sang pencipta. Pemikiran yang menyebalkan. Yang membuatku sebal luar biasa kalau melihat berita berita di TV. Yang membuatku merasa sangat heran ketika orang orang berpikir bahwa sang jenderal begitu terhormat sedangan aku justru memandangnya sangat rendah.


Hidup dengan pemikiran seperti ini, di masa ini, di negara ini benar benar sangat mengganggu. 


ketikan tanggal 29 jan 2014 jam 00:23

Tidak ada komentar:

Posting Komentar