Kancil yang sombong bersiap hendak adu cepat dg kura kura. Perlombaan
ini bukan hanya memerlukan kecepatan. Tapi juga ketahanan tubuh yang
prima krn jarak 3km terhitung berat utk lomba adu cepat. Tapi hal ini
bukanlah masalah bagi kancil. tubuhnya yg tangkas sudah biasa berlari
menyeberangi gunung. Apalagi lawannya hanyalah kura kura yg lamban.
Kancil tidak habis pikir. Entah
bagaimana kura kura lamban itu tiba2 menantangnya adu cepat. Konyol
sekali. Mahluk tercepat di hutan ditantang oleh mahluk terlamban dunia.
'kau mungkin cepat di darat kancil. Tapi di air, aku mengalahkanmu..'
'hmm.. Masuk akal juga' pikir kancil.
Maka perlombaan pun dimulai. Kura kura di sungai. Sedangkan Kancil
melalui jalan setapak di tepi sungai. Jalan ini sangat sempurna utk
kancil. Tanahnya padat tanpa kerikil. Sangat cocok utknya memacu
kecepatan terbaiknya.
Mereka berdua bersiap. Wasit memberikan aba aba dan dimulailah
perlombaan bersejarah itu. Cerita yg dituturkan dari generasi ke
generasi. Perlomban yg dimenangkan oleh kura kura itu, menjadi pelajaran
moral pertama bagi anak anak kita.
Kancil berlari sangat cepat melebihi ferrari. Dia mengeluarkan
segenap kemampuanya. Dia berusaha sangat keras memberikan yg terbaik utk
lomba ini. Dia begitu fokus pada tujuannya dan berkonsentrasi penuh.
Mengatur nafas. Menstabilkan gerak. Menyeimbangkan tubuhnya mengikuti
angin. Tidak banyak yg tau bahwa kancil ini hewan yg sangat sportif.
Pemikirannya begitu sederhana dan lurus. Ketika dia punya tujuan. Dia
akan berusaha keras mencurahkan seluruh kemampuannya utk tujuan itu.
Tidak berharap pada orang lain. Tidak mengandalkan bantuan org lain.
Saat ini, tidak banyak orang yg melakukan hal itu.
Ketika kancil tau kura kura sudah berada di depannya. Dia memacu
larinya lebih cepat lagi. Sama sekali tidak berpikiran buruk ttg kura
kura yg curang. Licik. Dan siapa yg menyangka mahluk lamban ini
terorganisir dg baik. Mereka kongkalikog dg sesamanya utk berbuat
curang. Curang berjamaah.
'sial..! Ternyata kura kura benar lebih cepat ketika di air' begitu
pikir kancil. Dan yg dia lakukan adalah berjuang lebih keras lagi...
Sampai di garis finish dg nafas terputus putus kancil mendapati kura kura sudah disana.
'ternyata benar dia lebih cepat di air' pikir kancil sama sekali
tidak curiga. Padahal tentu saja kita tau bahwa ini adalah kura kura yg
berbeda. Kancil tidak menyadarinya. Sama sekali jauh dari pikiran buruk.
Kancil menyalami kura kura dan pergi.
Setelah kancil berlalu Kura kura tertawa lebar penuh kemenangan.
Sama sekali tidak merasa bersalah. Teman2nya pun mulai naik ke permukaan
dan ikut tertawa bersama sama..
Licik, curang, sangat cerdas dan terorganisir di baik. Mahluk ini
pandai memanipulasi kebenaran dan mempengaruhi orang lain. sehingga
dalam cerita yg kita dengar, dia tampil sebagai pahlawan yg bijaksana.
Sementara sang pahlawan sendiri tampil sebagai pecundang.
Kita menceritakan ini pada anak2 kita sebagai pelajaran moral pertamanya.
Sayangnya kita lupa menyebutkan kata "licik dan curang". Kita bingung mendefinisikan "sportifitas".
Dan inilah bangsa indonesia yg adil dan beradab. Dimana si pencuri
dianggap sbg org terhormat. Dan si jujur diangggap sebagai orang aneh
dan disingkirkan.
11 nov 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar