Raka lebih sering diam dibanding Arum. Dalam beberapa hal, tampak arum memang lebih dominan dari raka. Arum lebih perberani, sementara raka cenderung pemalu. Arum lebih banyak bicara dan lebih cekatan dalam bertindak, sementara raka lebih lambat dan pendiam. Aku sangat mengerti keadaannya, karena dia sama seperti aku.
Aku mengerti kenapa ketika diajari membaca dia cenderung menolak. Kenapa ketika disuruh menulis dia cenderung malas malasan dan harus adu argumen dulu dengan ibunya. Raka sama sepetiku, seniman.
Beri dia pensil dan kertas kosong, dan pria kecil ini bisa berjam jam serius mengambar objek2 yang tak mungkin bisa dibentuk oleh anak seusianya. Aku sempat terkagum kagum ketika tiga tahun lalu saat barusia 2,5tahun, raka sudah bisa menggambar doraemon dengan bentuk sempurna, tanpa diajari sedikitpun. Dia hanya mengamati dan tiba2 karya itu terbentuk begitu saja. Arum yang sekarang berusia 3thn lebih, bahkan menggambar bentuk bulat sempurna saja masih belum bisa. Gambar arum tidak pernah berbentuk, hanya coretan.
Walaupun dia ketinggalan membaca dari teman2nya (baik ditempat ngaji atau di PAUD), tapi aku tidak pernah menyuruhnya belajar membaca. Ibunya selalu mengajarinya membaca dan khawatir kalau raka ketinggalan dari teman2nya. Sedangkan aku, selalu membebaskannya ketika menggambar seharian penuhpun.
Raka sama seperti aku, menyukai film. Dia juga paling suka bermain dengan lego sederhana, dan bisa membentuk apa saja dengan itu. Mulai dari robot, pesawat, pistol, sampai yang bahkan takterpikirkan olehku; gangsing. Menciptakan bentuk gangsing dari lego dan dapat berputar sempurna. Entah dapat inspirasi darimana karena aku samasekali tidak pernah mengajarinya. Aku hanya membebaskanya melakukan apa yang dia mau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar